Partai Gema Bangsa Serukan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana di Sumatera dan Wilayah Lainnya

Adin Denny - Ketua Bidang Sosial dan Kebencanaan DPP Partai Gema Bangsa
Jakarta – Meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi dalam beberapa pekan terakhir — mulai dari hujan lebat, banjir, angin kencang, hingga potensi gempa dan tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Medan, Padang, dan Palembang — menjadi perhatian serius Ketua DPP Partai Gema Bangsa Bidang Sosial dan Kebencanaan, Adin Denny. Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kita harus menyadari bahwa Indonesia adalah wilayah rawan bencana. Maka, penting bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah dasar menghadapi situasi darurat. Pencegahan dan persiapan jauh lebih penting daripada panik saat bencana sudah terjadi,” ujar Adin Denny.
Seruan ini sejalan dengan peringatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang mencatat meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah.
BNPB mengingatkan, “Jika terjadi hujan berintensitas tinggi selama lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman.”
BNPB juga menekankan bahwa, “Resiliensi menghadapi bencana tidak hanya soal kesiapan teknis dan infrastruktur, tetapi juga tentang ketangguhan masyarakat, solidaritas sosial, dan kepemimpinan kuat di setiap lapisan masyarakat.”
Langkah Antisipatif yang Ditekankan
Adin Denny menggarisbawahi sejumlah langkah mitigasi yang harus disosialisasikan secara luas:
- Memantau Informasi Cuaca dan Peringatan Dini
Ikuti informasi resmi dari BMKG dan BNPB mengenai potensi cuaca ekstrem, banjir, longsor, maupun gempa.
- Menyiapkan Tas Siaga Bencana (Go-Bag)
Isi dengan dokumen penting, obat-obatan pribadi, senter, makanan tahan lama, air minum, peluit, dan power bank.
- Kenali Titik Evakuasi dan Jalur Aman
Pastikan seluruh anggota keluarga mengetahui lokasi evakuasi terdekat.
- Menghindari Aktivitas di Daerah Rawan
Termasuk bantaran sungai, lereng curam, dan kawasan pesisir pada saat peringatan dini dikeluarkan.
- Pentingnya Edukasi dan Simulasi Bencana
Komunitas, sekolah, dan RT/RW perlu rutin mengadakan pelatihan tanggap darurat agar masyarakat tidak panik saat bencana terjadi.
Di sisi lain, BMKG juga melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki puncak musim hujan, dengan curah hujan sedang hingga sangat lebat di banyak provinsi. Peningkatan risiko ini dipengaruhi oleh aktivitas monsun Asia, fenomena atmosfer global, serta potensi siklon tropis di selatan Indonesia.
Perkuat Kolaborasi dan Sistem Kesiapsiagaan
Adin Denny mendorong pemerintah daerah dan elemen masyarakat untuk memperkuat sistem komunikasi darurat berbasis komunitas serta memperluas jaringan relawan kebencanaan.
“Partai Gema Bangsa berkomitmen menjadi bagian dari solusi. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak dalam memperkuat ketangguhan sosial dan mempercepat penanganan jika bencana terjadi,” tegasnya.
Dengan kondisi iklim yang semakin tidak menentu, ia menekankan pentingnya kesadaran publik untuk tetap tenang, cermat, dan selalu siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem.



