Banjir Melanda Sumatera, Partai Gema Bangsa Ingatkan Pembangunan Berkelanjutan

Ahmad Rofiq - Ketum Partai Gema Bangsa

Banjir yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh dalam beberapa hari terakhir menjadi pengingat penting bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius terkait kesehatan ekosistem dan tata kelola lingkungan. Kejadian ini menunjukkan bahwa kita tidak dapat lagi menunda upaya penguatan perlindungan kawasan hulu dan daerah aliran sungai, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini mengalami tekanan tinggi dari ekspansi perkebunan, pertambangan, dan berbagai bentuk alih fungsi lahan.

Kerusakan lingkungan yang terjadi bukan semata-mata akibat fenomena cuaca, tetapi juga mencerminkan rapuhnya sistem perlindungan ekologis kita. Perubahan fungsi kawasan konservasi, pembukaan hutan untuk perkebunan berskala besar, serta peningkatan aktivitas industri ekstraktif telah mempersempit ruang resapan air dan memperbesar risiko banjir dan longsor. Pada saat yang sama, masyarakat—terutama perempuan, petani kecil, dan komunitas adat—menghadapi tekanan berlapis akibat hilangnya sumber penghidupan, terbatasnya akses terhadap sumber daya alam, dan meningkatnya kerentanan terhadap bencana.

Partai Gema Bangsa menilai bahwa upaya perlindungan lingkungan harus ditempatkan kembali sebagai prioritas pembangunan nasional. Penanganan bencana tidak cukup hanya dengan langkah-langkah reaktif, melainkan membutuhkan kebijakan yang lebih sistematis, berbasis ilmu pengetahuan, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat di tingkat tapak. Melalui komitmen bersama, pemerintah, sektor swasta, organisasi masyarakat sipil, dan warga dapat berkolaborasi untuk memastikan keberlanjutan ekosistem dan keselamatan rakyat.

Ketua Umum Partai Gema Bangsa, Ahamad Rofiq, menekankan pentingnya pembaruan paradigma pembangunan yang lebih berpihak pada keberlanjutan.
“Banjir yang terjadi di Sumatera harus menjadi cermin bahwa kita memerlukan pendekatan pembangunan yang lebih berhati-hati dan berbasis pada pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah pusat dan daerah telah bekerja keras, namun tantangan ini menuntut kolaborasi yang lebih kuat, lebih inklusif, dan lebih terkoordinasi,” ujarnya.

Beliau menambahkan:
“Kami percaya bahwa Indonesia memiliki kapasitas besar untuk memulihkan ekosistem dan memperkuat daya dukung lingkungan. Yang kita perlukan adalah kemauan politik bersama untuk menata kembali arah pembangunan dan memastikan ruang hidup masyarakat terlindungi. Kami siap bekerja sama dengan semua pihak demi tercapainya tujuan tersebut.”

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan politik, Partai Gema Bangsa merekomendasikan langkah-langkah berikut sebagai upaya strategis yang dapat dilakukan pemerintah:

Pertama, Melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin industri ekstraktif dan alih fungsi lahan, baik izin lama maupun baru, terutama di sekitar kawasan ekosistem penting seperti Batang Toru dan hulu DAS Sumatera.

Kedua, Menghentikan sementara ekspansi perkebunan sawit dan aktivitas industri ekstraktif di wilayah yang memiliki risiko ekologis tinggi, sampai terdapat kajian mendalam mengenai dampaknya terhadap daya dukung lingkungan.

Ketiga, Memperkuat pemulihan kawasan hulu melalui program rehabilitasi hutan yang melibatkan masyarakat secara aktif, serta mengintegrasikan kearifan lokal dan peran penting perempuan dalam pelestarian ekosistem.

Keempat, Mengembalikan dan melindungi ruang hidup masyarakat dengan memperkuat hak kelola komunitas lokal dan masyarakat adat, serta memastikan akses mereka terhadap sumber penghidupan yang aman dan berkelanjutan.

Kelima, Membangun dan memperluas sistem peringatan dini serta mitigasi bencana yang efektif, inklusif, dan mudah diakses oleh masyarakat, terutama di wilayah yang rentan terhadap banjir dan longsor.

Partai Gema Bangsa percaya bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga masa depan bangsa. Dengan komitmen kolektif, arah pembangunan Indonesia dapat kembali ditata agar lebih adil, berkelanjutan, dan melindungi kesejahteraan seluruh rakyat. Banjir yang terjadi hari ini harus menjadi momentum bagi kita semua untuk memperkuat kebijakan lingkungan dan memastikan Indonesia tetap aman bagi generasi mendatang.